Selamat Datang Di Sentra Budidaya Dan Penjualan Ayam Hias Dan Ayam Aduan

PENGUMUMAN:
Sehubungan Adanya Rencana Perpindahan Kandang Dari Kota Banyuwangi Ke Kota Trenggalek Jawa timur,Maka Kami Hanya Masih Melayani Pesanan Ayam Aduan Dari "PEMBELI SERIUS" (No SMS, Call Only).Untuk Obat"an,Doping,Multivitamin Dan Aksesoris Ayam Masih Kami Layani Seperti Biasa.

"PERHATIAN"!!! Berhati - Hati Untuk Tidak Mudah Percaya Dengan Oknum-Oknum Yang Tidak Bertanggung Jawab Yang Mengatas namakan RAJA JAGO FARM.Kami Hanya menggunakan 1 (satu) Model Transaksi hanya Melalui Contact Person yang Tertera Di Blog Resmi Kami Ini.Apabila diluar itu bukan tanggung jawab RAJA JAGO Dan Barang Siapa Yang Melakukan Penipuan Yang Mengatas Namakan RAJA JAGO Akan Kami Laporkan Ke Pihak Yang Berwajib.

TTD
Rio Anggoro
(Owners Raja Jago)

CONTACT PERSON : RIO
-PIN Blackberry(BBM) 323E80EC / 767E1EE5
-WhatApps 081999969208
-Phone (081999969208-XL) (082341561880-AS/Telkomsel)
Yahoo Massanger: rioanggoro83@yahoo.com
Google Talk : rioanggoro83@gmail.com
Desa Sukorejo - Trenggalek Jawa Timur Indonesia

Silahkan Telepon Langsung (NO/Tidak SMS) Untuk Informasi Lebih Detail." KAMI BANGGA MELAYANI ANDA"

Minggu, 22 Juli 2012

Tehnik Tarung Ayam Bangkok

1. Teknik Pukulan Satu

Ayam bangkok yang memiliki jurus ini fisiknya terkenal kuat, dadanya tegap, serta pundak dan lehernya tidak beruas. Di arena adu ayam, ayam ini sering disebut berian atau di Thailand disebut mai li. Para petaruh jarang yang menjagokan ayam jenis ini, karena pukulan yang dikeluarkan hanya satu persatu. Namun, ketika pukulan tersebut tepat mengenai lawannya, dapat dipastikan lawan tersebut akan kaget dan terpojok. Teknik pukulan yang biasa dipakai adalah pukul depan dan pukul serong.

2. Teknik Pukulan Seri

Gaya bertarung pukulan seri ditandai oleh banyaknya pukulan yang terlontar dengan cepat tetapi terkarang kurang akurat. Jika ayam tersebut berasal dari induk yang pernah menjadi jagoan kalangan, pukulannya sangat akurat sehingga tidak akan lama menghabisi lawan-lawannya. Ayam bangkok dengan gaya bertarung seperti ini biasanya memiliki gerakan yang sangat lincah, dan lebih suka memukul lawannya dari arah depan. Di Thailand ayam ini terkenal dengan nama mai dien.

3. Teknik Kunci PukulGaya bertarung seperti ini sangat ditakuti dan sangat sulit dipukul oleh lawan karena mampu mengunci gerakan kepala dan leher lawan. Caranya adalah menindih kepala dan leher lawan sehingga lawan mengalami kesulitan mencari kepala musuh. Di kalangan, ayam tipe ini disebut ngalungin. Pukulan serong adalah senjata terbaiknya untuk memukul balik lawan. Jika terkena pukulan ini, bagian atas leher dan kepala lawan bisa robek atau bengkak. Di Thailand, ayam aduan tipe ini disebut mai rau.

4. Teknik Pukulan BelakangGaya bertarung ayam ini termasuk unik, karena suka menyerang dan memukul lawannya dari arah belakang atau terkenal dengan istilah ngonde. Selain terkenal sangat ampuh dan mematikan, pukulan dari belakang juga sulit diantisipasi lawan. Ketika bertarung, ayam akan masuk dan mematuk kepala lawan, lalu dengan gerakan yang cepat memutar badan dan mematuk kepala lawan dari belakang. Di Thailand, ayam aduan dengan gaya bertarung seperti ini disebut may deo.
5. Teknik Pukulan Teleh atau JanggutSebelum melontarkan pukulah teleh, ayam akan memainkan kepalanya di bawah leher lawan. Setelah itu, dari bawah dagu lawan, ia melepaskan pukulan yang sangat keras. Kekuatan pukulan tersebut menjadi dua kali lipat karena tenaga lawan yang bersiap untuk melakukan pukulan ikut tersedot sehingga bebannya menjadi dua kali lipat. Di Thailand, ayam ini disebut mai u.
6. Teknik NgoyorGaya bertarung tipe ini termasuk yang paling buruk, sebab musuh dapat dengan mudah memukul kepala yang sering berada di bawah. Namun, jika posisi kepalanya sangat rendah, musuh akan mengalami kesulitan untuk melakukan pukulan. Ayam dengan gaya bertarung tipe ini hanya memiliki senjata andalan berupa pukulan satu. Jika tidak memiliki pukulan satu yang mematikan, ayam yang di Thailand disebut mai day do ini jarang diminati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar